MANUSIA
Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait :
a. Jasad
b. hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c. ruh
d. nafs : keakuan/kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a. Id : Bagian kepribadian yang paling mendasar.
b. Ego : Perkembangannya terjadi antara usia 1 dan 2 tahun Disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan Id ke dalam saluran social.
c. Super Ego : Struktur kepribadian yang paling akhir muncul ± pada usia 5 tahun terbentuk dari lingkungan eksternal.
Hakekat manusia ada 2, yaitu :
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi dengan akal, kehendak, dan perasaan.
Sedangkan Perubahan Kebudayaan (Akulturasi) :
- Terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
- Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat / sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain : aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian) dan bahasa.
Proses akulturasi terjadi biasanya pada suatu masyarakat hidup yang bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara terjadi hubungan-hubungan, seperti mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan migrasi besar-besaran itu mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Masalah-Masalah Kebudayaan
1. Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima
a. unsur kebudayaan kebendaan
b. unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar
Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait :
a. Jasad
b. hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c. ruh
d. nafs : keakuan/kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a. Id : Bagian kepribadian yang paling mendasar.
b. Ego : Perkembangannya terjadi antara usia 1 dan 2 tahun Disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan Id ke dalam saluran social.
c. Super Ego : Struktur kepribadian yang paling akhir muncul ± pada usia 5 tahun terbentuk dari lingkungan eksternal.
Hakekat manusia ada 2, yaitu :
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi dengan akal, kehendak, dan perasaan.
Daya rasa atau perasaan dalam diri manusia ada 4, yaitu :
a. Perasaan Inderawi
Yaitu rangsangan jasmani melalui panca indra, tingkatannya rendah terdapat pada manusia dan binatang.
b. Perasaan rohani
Yaitu perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia saja, seperti:
- perasaan intelektual : perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan seperti seseorang merasa
a. Perasaan Inderawi
Yaitu rangsangan jasmani melalui panca indra, tingkatannya rendah terdapat pada manusia dan binatang.
b. Perasaan rohani
Yaitu perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia saja, seperti:
- perasaan intelektual : perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan seperti seseorang merasa
senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas
apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.
- perasaan estetis : perasaan yang berkenaan dengan keindahan seperti seseorang merasa senang
apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila
tidak indah.
- perasaan etis : perasaaan yang berkenaan dengan kebaikan seperti seseorang merasa senang
- perasaan etis : perasaaan yang berkenaan dengan kebaikan seperti seseorang merasa senang
apabila sesuatu itu baik, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.
- perasaan diri : perasaan yang berkenaan dengan harga diri seperti apabila seseorang memiliki
- perasaan diri : perasaan yang berkenaan dengan harga diri seperti apabila seseorang memiliki
kelebihan pada dirinya ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong. Sebaliknya apabila ada
kekurangan pada dirinya ia merasa rendah diri (minder).
- perasaan social : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau ikut merasakan kehidupan
- perasaan social : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau ikut merasakan kehidupan
orang lain seperti apabila orang berhasil ia ikut senang, apabila orang gagal, memperoleh
musibah ia ikut sedih.
- perasaan religius : perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan seperti seseorang
merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintahnya
dan menjauhi segala larangannya.
c. Makhluk biokultural
Yaitu mahluk hayati yang budayawi.
d. Mahluk ekologi ( terikat dengan lingkungan)
Yaitu manusia mempunyai sifat alamiah , tunduk pada hukum alamiah pula.
KEBUDAYAAN
Definisi kebudayaan dari para tokoh:
1. Selo Soemardjan dan Soelaeman Sumardi, mengemukakan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
- hasil karya masyarakat, seperti teknologi dan kebudayaan kebendaan
- hasil rasa ( yaitu yang meliputi jiwa manusia), seperti mewujudkan segala akidah-akidah dan nilai-nilai social yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan, misalnya : agama, ideologi, kebatinan, kesenian, dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia.
- hasil cipta, seperti filsafat dan ilmu pengetahuan.
2. EB Tylor, mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh menusia sebagai anggota masyarakat.
3. C.A Van Peurson, mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Unsur kebudayaan besar (cultural universal) dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7, yaitu :
1. Sistem religius (homo religius)
Merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius)
Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan di mana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan (homo safiens)
Merupakan produk manusia sebagai homo safiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus)
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem peralatan hidup dan teknologi (homo faber)
Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya.
6. Sistem bahasa (homo longuens)
Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7. Sistem kesenian (homo aesteticus)
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukipi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya seperti perlunya pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
Fungsi kebudayaan ada 3, yaitu :
1. Melindungi diri kepada alam, misalnya : teknologi.
2. Mengatur hubungan antar manusia, misalnya : “norma” yaitu kebiasaan yang dijadikan dasar bagi hubungan antara orang-orang sehingga tingkah laku/ tindakan masing-masing dapat diatur.
3. Sebagai wadah dari segenap perasaan manusia, misalnya : kesenian.
Perubahan Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolisasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat sekitarnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tadi. Di mana gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup, seperti masyarakat yang hidupnya terbuka yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat. Perubahan ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya juga karena adanya difusi ( penyebaran ) kebudayaan, penemuan-penemuan baru khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan Berbeda
Perubahan Sosial :
- Dalam perubahan social terjadi perubahan struktur social dan pola-pola hubungan social, antara lain : sistem politik dan kekuasaan, persebaran penduduk, sistem status, hubungan-hubungan di dalam keluarga.
- Perubahan social adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya : nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
c. Makhluk biokultural
Yaitu mahluk hayati yang budayawi.
d. Mahluk ekologi ( terikat dengan lingkungan)
Yaitu manusia mempunyai sifat alamiah , tunduk pada hukum alamiah pula.
KEBUDAYAAN
Definisi kebudayaan dari para tokoh:
1. Selo Soemardjan dan Soelaeman Sumardi, mengemukakan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
- hasil karya masyarakat, seperti teknologi dan kebudayaan kebendaan
- hasil rasa ( yaitu yang meliputi jiwa manusia), seperti mewujudkan segala akidah-akidah dan nilai-nilai social yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan, misalnya : agama, ideologi, kebatinan, kesenian, dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia.
- hasil cipta, seperti filsafat dan ilmu pengetahuan.
2. EB Tylor, mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh menusia sebagai anggota masyarakat.
3. C.A Van Peurson, mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Unsur kebudayaan besar (cultural universal) dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7, yaitu :
1. Sistem religius (homo religius)
Merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius)
Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan di mana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan (homo safiens)
Merupakan produk manusia sebagai homo safiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus)
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem peralatan hidup dan teknologi (homo faber)
Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya.
6. Sistem bahasa (homo longuens)
Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7. Sistem kesenian (homo aesteticus)
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukipi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya seperti perlunya pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
Fungsi kebudayaan ada 3, yaitu :
1. Melindungi diri kepada alam, misalnya : teknologi.
2. Mengatur hubungan antar manusia, misalnya : “norma” yaitu kebiasaan yang dijadikan dasar bagi hubungan antara orang-orang sehingga tingkah laku/ tindakan masing-masing dapat diatur.
3. Sebagai wadah dari segenap perasaan manusia, misalnya : kesenian.
Perubahan Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolisasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat sekitarnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tadi. Di mana gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup, seperti masyarakat yang hidupnya terbuka yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat. Perubahan ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya juga karena adanya difusi ( penyebaran ) kebudayaan, penemuan-penemuan baru khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan Berbeda
Perubahan Sosial :
- Dalam perubahan social terjadi perubahan struktur social dan pola-pola hubungan social, antara lain : sistem politik dan kekuasaan, persebaran penduduk, sistem status, hubungan-hubungan di dalam keluarga.
- Perubahan social adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya : nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Sedangkan Perubahan Kebudayaan (Akulturasi) :
- Terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
- Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat / sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain : aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian) dan bahasa.
Proses akulturasi terjadi biasanya pada suatu masyarakat hidup yang bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara terjadi hubungan-hubungan, seperti mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan migrasi besar-besaran itu mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Masalah-Masalah Kebudayaan
1. Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima
a. unsur kebudayaan kebendaan
b. unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar
c. unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-
unsur kebudayaan tersebut
2. Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima
a. Unsur-unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan, contohnya : agama.
b. Yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi, contohnya : makanan pokok, sebagai orang
2. Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima
a. Unsur-unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan, contohnya : agama.
b. Yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi, contohnya : makanan pokok, sebagai orang
Indonesia kita pertama dikenalkan makanan pokok adalah nasi sehingga bila belum makan nasi,
perut rasanya belum pas.
3. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru. Hal itu disebabkan karena norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar sekali untuk mengubah norma-norma yang sudah demikian meresapnya dalam jiwa generasi tua tersebut. Sebaliknya belum menetapnya unsur-unsur atau norma-norma tradisional dalam jiwa generasi muda, menyebabkan mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar dapat mengubah kehidupan mereka.
4. Ketegangan-ketegangan apa yang timbul sebagai akibat akulturasi
Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi selalu ada kelompok individu yang sukar sekali / bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perubahan dianggap oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat. Apabila mereka merupakan golongan yang kuat maka mungkin proses perubahan dapat ditahannya, sebaliknya bila mereka berada di pihak yang lemah maka mereka hanya dapat menunjukkan sikap yang tidak puas.
3. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru. Hal itu disebabkan karena norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar sekali untuk mengubah norma-norma yang sudah demikian meresapnya dalam jiwa generasi tua tersebut. Sebaliknya belum menetapnya unsur-unsur atau norma-norma tradisional dalam jiwa generasi muda, menyebabkan mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar dapat mengubah kehidupan mereka.
4. Ketegangan-ketegangan apa yang timbul sebagai akibat akulturasi
Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi selalu ada kelompok individu yang sukar sekali / bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perubahan dianggap oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat. Apabila mereka merupakan golongan yang kuat maka mungkin proses perubahan dapat ditahannya, sebaliknya bila mereka berada di pihak yang lemah maka mereka hanya dapat menunjukkan sikap yang tidak puas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar