Selasa, 05 November 2013

Agama dan Masyarakat

Ilmu Sosial Dasar (Minggu 2)


PENGERTIAN AGAMA

     Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
     Kata agama berasal dari bahasa sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Istilah lain yang memiliki makna identik dengan agama adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Mengikat di sini maksudnya adalah dengan ber-religi maka seseorang akan mengikat dirinya kepada Tuhan.
     Menurut Jappy Pellokild, definisi Agama adalah percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa dan hukum-hukumNya.
     Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

PENGERTIAN MASYARAKAT

     Masyarakat mempunyai arti sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan tinggal didalam satu wilayah, kalangan bisa terdiri dari kalangan orang mampu hingga orang yang tidak mampu. Masyarakat yang sesungguhnya adalah sekumpulan orang yang telah memiliki hukum adat, norma-norma dan berbagai peraturan yang siap untuk ditaati.
     Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
     Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
     Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocok tanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
     Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
     Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
     Hubungan antara agama dan masyarakat sangatlah erat. Beberapa contoh dari hubungan tersebut misalnya adalah : Ikatan Remaja Masjid (IRM), sosial antar agama, diskriminasi, toleransi, lembaga agama dan pernikahan. Di sini saya akan menjabarkan beberapa contoh dari hubungan tersebut berikut dengan contoh penerapannya.

1. Ikatan Remaja Masjid (IRM)
     Di setiap desa biasanya terdapat Ikatan Remaja Masjid (IRM), yaitu suatu organisasi yang dibentuk oleh remaja-remaja muslim di desa tersebut, namun tetap ditopang dan didukung oleh ulama yang dipercayakan. Kegiatan yang dilaksanakan seperti : pengajian, mengumpulkan dana bulanan untuk masjid, bakti sosial, mengikuti acara-acara di hari besar umat muslim, dan membantu berbagai macam kegiatan di desa tempat IRM tersebut.

Contoh penerapan :
     Di desa saya ada Ikatan Remaja Masjid. Kegiatan yang biasanya kami lakukan adalah mengikuti sholat wajib berjamaah, pengajian sesudah sholat maghrib, dan mengajarkan anak-anak mengaji di majelis taklim dekat rumah. Kegiatan lain yang biasa diadakan adalah latihan marawis dan mengumpulkan dana rutin bulanan untuk masjid dari masyarakat sekitar yang menjadi donatur tetap. Selain itu, Ikatan Remaja Masjid juga ikut membantu berbagai kegiatan yang berhubungan dengan acara di hari besar umat muslim maupun acara-acara di lingkungan desa kami.

2. Sosial antar agama
     Hubungan yang erat antar seluruh umat manusia harus dijaga, karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Di dunia ini, banyak agama-agama yang dianut dan dipercayai oleh setiap orang. Di Indonesia sendiri terdapat 6 agama yang diakui. Dari perbedaan agama yang dianut, maka setiap manusia yang notabene adalah makhluk sosial harus saling menghargai satu sama lain baik yang seiman maupun berbeda anutan. Hal tersebut harus dilakukan agar tidak muncul yang dinamakan diskriminasi atau perbedaan sosial.

Contoh penerapan :
     Saya memiliki teman yang berbeda agama. Saya tidak memperlakukan dia dengan berbeda walaupun kami berbeda anutan. Menurut saya, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan manusia itu sendiri memiliki hak dan kewajiban masing-masing, maka saya berusaha menghormati apa yang dianutnya, demikian pula dia memperlakukan saya. Menurut saya, perbedaan agama itu merupakan hal yang umum. Setiap orang memiliki arah jiwanya masing-masing. Hal tersebut tidak akan mengganggu dalam berhubungan sosial, karena yang dibutuhkan adalah rasa mengasihi dan saling menghormati antar agama yang dianut. Jika rasa tersebut dijalin dengan baik, maka hubungan sosial antar agama juga akan menjadi baik dan tidak muncul pula yang disebut diskriminasi atau membeda-bedakan orang satu dengan lainnya.

3. Diskriminasi
     Diskriminasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb). Tindakan yang melakukan diskriminasi disebut tindakan diskriminatif. Dalam lingkup ini sebagai contohnya adalah pembedaan terhadap orang lain yang menganut agama minoritas. Tindakan yang diskriminatif biasanya akan menimbulkan kesenjangan sosial dan perpecahan di dalam lingkungan masyarakat.

Contoh penerapan :
     Seperti yang sudah saya bahas di bagian sosial antar agama, yaitu hubungan antar sesama umat manusia yang notabene merupakan makhluk sosial harus dijaga dengan baik agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial, perbedaan antar sesama, maupun perasaan tersingkir dari lingkungan dan dalam pergaulan. Sebagai contohnya, saya memiliki teman yang berbeda keyakinan atau agama dengan saya. Namun hubungan kami baik-baik saja, karena kami memiliki rasa saling menghargai dan saling menghormati kepercayaan yang kami anut masing-masing. Hanya dengan langkah mudah, yaitu saling menghargai segala perbedaan yang ada. Dari perbedaan itu, hubungan kami akan semakin baik dan semakin banyak pula ilmu yang kami dapat dengan saling berbagi ilmu. Dan dengan ilmu serta informasi yang kami dapat dari perbedaan tersebut, rasa saling menghargai dan menghormati antar perbedaan beragama akan semakin meningkat. Menurut saya, tindakan saling membeda-bedakan umat yang satu dengan yang lainnya itu tidak perlu. Karena tindakan yang demikian merupakan tindakan yang akan membuat orang lain merasa tersingkir dan akan membuat perpecahan di antara umat manusia atau dapat disebut diskriminasi agama. Dan perbedaan agama merupakan hal yang wajar, karena setiap manusia berhak memilih agama dan kepercayaannya masing-masing, dengan tanpa menghilangkan kewajiban mereka dan tetap menghargai agama yang dianut oleh orang lain.

     Demikian yang dapat saya jabarkan tentang agama dan masyarakat, mulai dari teori-teori yang saya dapat serta beberapa ulasan berikut contoh tentang materi ini. Semoga dapat bermanfaat bagi seluruh umat manusia.


Sumber Referensi :
http://www.pitikkedu.net/2013/09/pengertian-agama-definisi-agama-secara.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://9triliun.com/artikel/1174/pengertian-masyarakat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://kamusbahasaindonesia.org/diskriminasi/mirip

Sabtu, 17 Agustus 2013

Angan

Melihatmu,
aku merasa lebih baik.
Sebaik saat aku mulai mengenalmu.
Walau harapan akan kamu,
seringkali berbanding terbalik dengan keadaanku,
yang tidak memungkinkan antara aku dan kamu untuk menjadi kita.
Terkadang berat adalah...
Ketika beban yang kupikul untuk mengejarmu itu tak sebanding,
dengan massa dari sejumlah selain aku dan tekanan yang begitu kuatnya.
Dan tekanan itulah yang membuatku semakin gigih berusaha dengan kuat pula.
Walau selalu dan lagi,
kau justru semakin nampak jauh dari pandangan mataku dan raihan tanganku.
Dan seakan angin mendorong langkahku untuk tetap,
hingga tak sanggup kulewati.

http://sekarwandansari.tumblr.com/post/58516256020/angan

Jumat, 12 Juli 2013

"Nulis apapun itu jadi lebih seru ketika lo lagi emosi. Karena terkadang nulis dengan emosi itu sama artinya dengan nulis dengan semangat melawan kejahatan terhadap diri sendiri dan orang lain."

Apa Coba Positifnya Diam?

Banyak yang bilang ,"Kalau ada orang yang marah. Diam adalah Emas". Menurut gue itu sih bener yaaaa . Walaupun seringkali diam itu tidak menyelesaikan masalah ,tapi seenggaknya juga tidak menambah atau memperburuk permasalahan itu sendiri.

"Silence is Gold". Yang gue tau, belajar bicara itu sangat sulit. Namun ternyata berdasarkan fakta yang gue lihat, ternyata belajar “DIAM" itu lebih susah ketimbang itu. Contohnya : Pas lagi berantem, sama siapa aja ,belajar untuk enggak ngejawab itu nyolotan-nyolotan si pembicara A pasti susah . Kalo enggak ngejawab, pasti ngomel-ngomel sendiri dengan maksud menyanggah pembicaraan lawannya.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh lawan bicara yang berposisi sedang beribut-ribut ria itu sebenernya cuma simple, “Diam". Dan iyaaaa ,berdasarkan pengalaman saya pribadi, dengan diam bukan berarti kita yang salah. Namun kita cuma belajar buat meredam suatu permasalahan itu terlebih dahulu, biar semua bisa menjadi lebih baik dan lebih adem di pikiran masing-masing. Dan secara fakta, diam itu memang lebih baik daripada saling beradu mulut dan pandangan yang tertanam amarah di dalamnya. Apa sih susahnya diam??? Yaitu adalah posisi dimana kita enggak bisa menahan dan mengontrol diri kita sendiri. Mengontrol emosi itu ibaratnya melawan “setan" yang membujuk buruk terhadap pikiran dan hati kita. Dan apabila kita bisa melakukan hal tersebut, itu akan membuat diri kita merasa lebih baik tanpa membuat masalah semakin buruk. Simple kan???? Sisi positifnya: selain kita bisa mengontrol emosi kita yang akan membuat kita lebih rileks dan enggak stress, tapi juga bisa mengasah kesabaran kita dan tentunya akan semakin membawa kita ke arah yang lebih baik :)
*CMIIW :))

Ketika yang Kecil Itu Berharga

Ketika sebagian besar dari mereka pergi meninggalkanmu,
Sendiri…. Sepi…. Diam dalam keheningan…
Tak ada suara yang menguatkanmu,
Angin dingin kian mencekam…
Jangan bersedih!
Karena sebagian kecil dari mereka belum pergi,
Sebagian kecil dari mereka takkan pernah pergi,
Sebagian kecil dari mereka akan kembali,
Sebagian kecil dari mereka hadir untukmu lagi,
Sebagian kecil dari mereka akan melengkapi hidupmu,
Sebagian kecil dari mereka mencintaimu sepenuh hati,
Sebagian kecil mereka yang setia bersamamu,
Karena sebagian kecil itu sangat berharga,
Maka hargailah, cintailah, dengan sepenuh hatimu….