Rabu, 11 Juni 2014

Bab 11. Manusia dan Harapan

Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk,sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. kelangsungan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita

Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
1. teori koherensi ; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2. teori korespondensi’ ; teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. teori pragmatis’ ; Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. kepercayaan pada diri sendiri
2. kepercayaan pada orang lain
3. kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan pada Tuhan


Contoh dalam Film Hell :

Film yang satu ini menceritakan tentang kehidupan pada tahun sekitar 2016 dimana ketika saat itu badai matahari sudah terjadi dan suhu di bumi meningkat menjadi 16 derajat celcius. Pada bencana alam ini para manusia di bumi mulai sedikit yang bisa bertahan hidup. Tentunya bukan karena apa-apa, tapi karena mereka kekurangan makanan dan minuman yang disebabkan oleh bencana badai matahari dan lapisan ozon yang mulai menipis. Air sudah sulit dan bahan bakar pun sudah susah didapat. Sehingga antar manusia harus saling menyerang untuk tetap bertahan hidup.

Inti dari film ini bercerita tentang bagaimana perjuangan beberapa orang yang masih bisa bertahan hidup ketika kondisi seperti itu. Orang-orang itu menganggap bahwa mereka bagian dari yang beruntung, karena masih bisa bertahan ketika hampir seluruh manusia di muka bumi mati karena bencana alam itu. Perjalanan mereka pun untuk menyusuri belahan bumi yang lain mencari mata air dan makanan menjadi daya tarik cerita di film Hell ini. Di perjalanan mereka mencari mata air dan makanan untuk meneruskan hidup mereka pun mendapat halangan. Di mana ada sebagian kelompok orang yang mereka itu memburu orang atau manusia lain untuk ditangkap dan dijadikan sandra. Yang nantinya mereka akan makan para tahanan itu karena kelompok ini telah kehabisan bahan makanan. Ketegangan pun terjadi ketika si aktor perempuan bernama Marine yang mempunyai adik yang ditangkap oleh kelompok itu. Dia berusaha membebaskan adiknya dengan berbagai cara.

Film ini bercerita juga tentang cinta maupun cerita pengkhiantan dan keegoisan beberapa orang ketika mereka menghadapi masa sulit. Namun di tengah bencana yang dahsyat ini, mereka terus berjuang dan penuh harap untuk dapat terus bertahan hidup.


Sumber Referensi :
http://rumambay.com/2012/06/07/review-film-hell-harapan-ditengah-dahsyatnya-bencana-alam/

Bab 10. Manusia dan Kegelisahan

A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan,mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepal tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.

     Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan. Kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkait juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril. 

1. Kecemasan Obyektif
     Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
2. Kecemasan Neoritis (syaraf)
     Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
3. Kecemasan moril
     Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain : iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah,cinta, rasa kurang. Rasa iri, benci, dendam, itu merupakan sebagaian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep kurang sehat. Sifat-sifat seperti ini adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Hal tersebut akan menimbulkan kecemasan moril.

B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
     Apabila kita kaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
     Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan kita atasi. Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyanyang dan Maha Pengampun.

D. KETERASINGAN
     Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

E. KESEPIAN
     Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.

F. KETIDAK PASTIAN
     Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikiran kacau.

G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAK PASTIAN
     Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan-rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan-rangsangan baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAK PASTIAN
     Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.

Contoh pada Novel Sayap-sayap Patah karya Kahlil Gibran :
http://pengetahuan-aja.blogspot.com/2013/02/duka-yang-bisu-oleh-kahlil-gibran.html

     Novel ini dapat disebut sebagai autobiografi tentang cinta pertama dan terakhir dari Kahlil Gibran, orang besar yang bertemu dengan seorang gadis bernama Selma Keremy di Beirut, Lebanon . Ini adalah cinta pada pandangan pertama . Selma adalah seorang gadis muda yang cantik dari Beirut yang tentram dan damai. Cerita dimulai ketika Kahlil berusia 18 tahun dan berakhir ketika dia berusia 23 tahun. Kahlil pergi ke Lebanon untuk jalan-jalan dan memenuhi permintaan orang tuanya untuk menemui Farris Effandi Karamy, sahabat ayahnya. Farris adalah pria yang sudah berusia cukup tua, sangat lembut dan baik. Dia telah kehilangan istrinya ketika Selma sedang beranjak remaja. Dia mengundang Kahlil ke rumahnya . Suatu hari saat malam, Kahlil pergi ke sana dan bertemu seorang gadis cantik Selma yang adalah putri Farris.

     Selma adalah seorang yang lembut dan baik seperti ayahnya . Uskup Bulos Galib adalah orang kuat dalam masyarakat lokal yang menginginkan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Walaupun dia adalah seorang Uskup tapi dia sangat licik dan banyak melakukan perbuatan yang salah. Dia memiliki keponakan yang bernama Mansour Bey Galib yang tinggal bersamanya dan mengikuti jejaknya. Faktanya, Mansour adalah salah satu langkah yang digunakan oleh pamannya untuk melakukan keburukan. Dia menikmati anggur, gadis-gadis dan semua perbuatan jahatnya terhadap masyarakat. Sedangkan Kahlil telah terjebak dengan keindahan dan ketenangan Selma, dan itu adalah " cinta pada pandangan pertama".

     Suatu malam ketika Kahlil duduk di rumah Farris, Uskup datang untuk membawa Farris dengan tujuan ingin berbicara dengannya karena ada masalah penting. Farris berkata kepada Kahlil untuk mengurus Selma sampai dia kembali. Kahlil melihat tanda kesedihan pada wajah Farris dan Selma yang mendadak pucat semenjak kedatangan Uskup. Kemudian setelah Farris pergi bersama Uskup, Kahlil dan Selma duduk di taman dan tidak banyak bicara. Tapi Kahlil mengerti bahwa mereka berdua didorong oleh Uskup ke beberapa keinginan yang sungguh menyakitkan. Ketika Farris datang kembali , dia mengatakan kepada Kahlil bahwa Uskup ingin Selma menikah dengan Mansour yang semua orang tahu dia memiliki karakter yang buruk. Pernikahan terjadi, meski tidak satupun dari mereka yang senang akan hal itu. Pada suatu ketika setelah pernikahan Selma, Kahlil mengusulkan Selma untuk melarikan diri dengannya untuk menyingkirkan siksaan dari Mansour dan Uskup. Tapi dia menolak dan berkata - "Seekor burung dengan sayap yang rusak tidak bisa terbang terlalu jauh".

     Dalam novel ini, sangat banyak digambarkan tentang kegelisahan-kegelisahan dari Kahlil, Selma, dan Farris Effandy. Mereka menanggung siksa dan ketakutan akan jalan hidupnya ke depan. Hingga akhirnya Farris meninggal dan tak lama pula Selma juga meninggal, sehingga menyebabkan kesedihan yang mendalam dalam hati Kahlil karena tidak bisa dengan baik menjaga Selma.

Bab 9. Manusia dan Tanggung Jawab

            A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
     Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.
     Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keselarasan, antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu.
     Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia  menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh  atau meningkatkan kesadaran
bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
     Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini,lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri
    Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
2.  Tanggung jawab terhadap keluarga
    Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga.
3.  Tanggung jawab terhadap masyarakat
    Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
4.  Tanggung jawab kepada Bangsa / negara
    Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
    Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.

C .   PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
     Wujud tanggung  jawab  juga berupa pengabdian dan pengorbanan adalah perbuat baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
    Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
2. Pengorbanan
    Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan  yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Contoh pada Film Uncertainty :

Kata orang, kepak sayap kupu-kupu yang lembut mampu menyebabkan badai di belahan bumi yang lain. Artinya, sekecil apapun tindakan yang kita lakukan bisa saja memiliki dampak yang tak kecil di kemudian hari. Kurang lebih begitulah kisah film yang berkisah tentang musim panas yang dialami oleh Kate (Lynn Collins) dan Bobby (Joseph Gordon-Levitt).
Awalnya, Kate dan Bobby merasa tak yakin menghabiskan musim panas tahun ini dengan mengunjungi rumah keluarga Kate seperti tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang ada di benak pasangan muda ini adalah mengadakan perjalanan yang lebih bersifat petualangan agar musim panas tahun ini jadi lebih berkesan daripada liburan sebelumnya.
Yang tidak disadari Kate dan Bobby adalah bahwa ternyata keputusan mereka tahun ini menjadi penyulut dari serangkaian kejadian yang berada di luar perkiraan mereka. Langkah kecil yang mereka ambil ternyata memiliki dampak jauh lebih besar dari yang mereka kira.
Bobby  (Joseph Gordon-Levitt) dan Kate (Lynn Collins) sedang menuju ke rumah orang tua Kate di daerah Brooklyn untuk menghadiri pertemuan keluarga, ketika di tengah jalan mereka menemukan seekor anjing. Bobby dan Kate saling mencintai, namun ibu Kate terlihat kurang menyetujui hubungan tersebut, hingga hubungan Kate dengan ibunya yang sebelumnya sudah kurang harmonis akibat sebuah keputusan yang diambil Kate, tidak menuju ke arah yang lebih baik. Keadaan tersebut membuat Kate merasa gamang untuk memberitahukan perihal kehamilannya. 
Ketika naik sebuah taksi di Chinatown Bobby  (Joseph Gordon-Levitt) menemukan sebuah ponsel. Gara-gara penemuan tersebut, Bobby dan Kate harus pontang-panting menyelamatkan diri dari pihak-pihak yang menginginkan ponsel tersebut dan tidak segan-segan untuk membunuh. Seandainya Bobby mengacuhkan penemuan tersebut tentu Kate tidak akan ikut terancan nyawanya. Selanjutnya, keduanya malah mencoba ikut dalam permainan meski sadar resikonya apa dan tidak dibekali dengan alat pertahanan diri yang cukup.
Dalam film ini, penonton diajak untuk melihat apa yang terjadi jika dengan masing-masing pilihan mereka. Kita pun jadi tahu, keputusan sekecil apapun efeknya dapat berpengaruh besar ke hidup kita. 

Sumber Referensi :

Selasa, 10 Juni 2014

BAB 8. Manusia dan Pandangan Hidup

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
     Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati, karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
     Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

     Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu :
* Cita-cita
* Kebajikan
* Usaha
* Keyakinan / kepercayaan

     Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tenteram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

B. CITA-CITA
     Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.  Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Seseorang dapat mencapai apa yang dicita-citakan, hal ini tergantung dari tiga faktor :
1. Manusianya, yaitu yang memiliki cita-cita
2. Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
3. Seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai

C. KEBAJIKAN
     Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi yaitu :
* Manusia sebagai makhluk pribadi
* Manusia sebagai anggota masyarakat
* Manusia sebagai makhluk Tuhan
     Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya. Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang terselubung kebajikan. Kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri. Kebajikan nyata dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri sehingga tingkah laku setiap orang berbeda beda.
     Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal :
1. Faktor pembawaan (heriditas)
2. Faktor lingkungan (environment)
3. Faktor pengalaman

D. USAHA / PERJUANGAN
     Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
     Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat yaitu ; aliran naturalisme, aliran intelektualisme, aliran gabungan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
     Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik, adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
1. Mengenal
2. Mengerti
3. Menghayati
4. Meyakini
5. Mengabdi
6. Mengamankan

     Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Contoh novel yang bertemakan tentang manusia dan pandangan hidup adalah Novel Laskar Pelangi :
Penulis                          : Andrea Hirata 
Penerbit                        : Bentang Pustaka 
Tahun Pertama terbit    : 2005 
Jumlah Halaman           : 529

Novel berjudul Laskar Pelangi merupakan novel pertama dari serangkaian tetralogi milik Andrea Hirata. Buku lanjutan Laskar Pelangi ini, berturut-turut adalah Sang Pemimpi, Endesor, serta Maryamah Karpov. Laskar Pelangi sendiri merupakan buku sastra terlaris sepanjang sejarah perbukuan di Indonesia dan telah diterbitkan di berbagai benua dalam berbagai bahasa.
Inti dari novel ini menceritakan tentang kehidupan kanak-kanak beberapa bocah di Belitong. Berawal dengan kisah miris dunia pendidikan di Indonesia di mana sebuah sekolah yang kekurangan murid hendak ditutup. Sekolah tersebut adalah SD Muhammadiyah di Gantung Belitung Timur. Namun, karena murid yang terdaftar genap 10, sekolah dengan bangunan seadanya tersebut tetap diijinkan beraktifitas seperti biasanya. Ke-sepuluh murid tersebut adalah para laskar pelangi. Nama yang diberikan guru mereka bernama Bu Mus, oleh karena kegemaran mereka terhadap pelangi.
Tokoh dalam novel ini adalah Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani, dan juga Harun. Mereka adalah sahabat yang kisahnya memesona dunia. Buku laskar pelangi menceritakan keseharian mereka di sekolah dan di lingkungan sosial. Mereka adalah anak-anak desa dengan tekad luar biasa. Perjalanan mereka dipenuhi kejadian yang tak terduga. Secara perlahan mereka menemukan keunggulan di dalam diri dan persahabatan. Ini mungkin yang menjadi titik fokus Andrea Hirata. Ia juga piawai menyisip komedi dalam kisah ini.
Sudut pandang bercerita dalam novel ini menggunakan orang pertama yakni “aku”. Aku sendiri adalah si Ikal. Ia anak yang pandai meski berada di urutan kedua setelah Lintang, bocah terpandai di dalam kelas mereka. Si Ikal ini menaruh minat yang besar pada sastra. Hal ini terlihat dari kegemarannya menulis puisi. Lain lagi dengan tokoh Lintang. Ia digambarkan sebagai anak yang sangat jenius. Orangtuanya seorang nelayan, yang miskin dan hanya tidak memiliki perahu. Mereka memiliki keluarga dalam jumlah yang melimpah, 14 kepala. Lintang sangat suka matematika. Namun, cita-citanya menjadi seorang ahli matematika harus terpangkas dengan tuntutan membantu orangtua menafkahi keluarga. Terlebih saat ayahnya meninggal.
Tokoh lainnya adalah Sahara. Ia merupakan anak perempuan satu-satunya dalam cerita ini. Ia berpendirian kuat dan cenderung keras kepala. Sementara itu, Mahar, ia digambarkan bertubuh ceking dan mencintai seni. Ia suka menyanyi dan gemar pada okultisme. Tokoh berikutnya adalah A kiong. Dari namanya sangat jelas kalau ia merupakan keturunan Tionghoa. Ia sangat menyukai Mahar dan mengikutinya kemanapun. Ia digambarkan tak rupawan tetapi hatinya “tampan”.
Lanjut ke Syahdan. Perangainya ceria meski ia tak pernah menonjol dalam kelas. Sementara itu Kucai, adalah tokoh dalam cerita yang didaulat menjadi ketua kelas. Ia digambarkan menderita penyakit rabun jauh sebab ia kekurangan gizi. Borek, Trapani dan Harun adalah anggota laskar` pelangi yang terakhir. Borek digambarkan sebagai anak yang terobsesi dengan otot. Ia ingin menjadi lelaki yang paling macho. Trapani, ia tampan dan pandai. Ia lengket dengan sang ibu. Terakhir, Harun. Ia istimewa sebab ia berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia mengalami keterbelakangan mental. Namun menurut beberapa orang, tokoh Harun ini digambarkan dengan cukup manis sehingga banyak yang jatuh cinta pada sosoknya.
Novel laskar pelangi bercerita tentang perjuangan hidup kesepuluh anak ini yang terus menghidupkan cita-cita di antara kehidupan mereka yang berat. Kisah ini menggambarkan kekhasan anak-anak yang memandang dunia dengan ambisi yang sederhana. Hingga akhirnya tokoh utama dalam novel ini atau Ikal, berhasil meraih mimpinya ke Paris menjadi seorang sastrawan (di mana lanjutan cerita ini terdapat pada Novel Sang Pemimpi). Novel laskar pelangi ini merupakan novel pembangun yang telah berhasil merubah secuil dunia pendidikan kita, mengisi kembali semangat mereka yang lain untuk meraih ilmu walaupun dalam keadaan yang sangat sulit.


Sumber Referensi :
http://sinopsisnovelku.blogspot.com/2013/02/sinopsis-novel-laskar-pelangi.html