A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
1. Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
2. Kecemasan Neoritis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
3. Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain : iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah,cinta, rasa kurang. Rasa iri, benci, dendam, itu merupakan sebagaian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep kurang sehat. Sifat-sifat seperti ini adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Hal tersebut akan menimbulkan kecemasan moril.
B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Contoh pada Novel Sayap-sayap Patah karya Kahlil Gibran :
Novel ini dapat disebut sebagai autobiografi tentang cinta pertama dan terakhir dari Kahlil Gibran, orang besar yang bertemu dengan seorang gadis bernama Selma Keremy di Beirut, Lebanon . Ini adalah cinta pada pandangan pertama . Selma adalah seorang gadis muda yang cantik dari Beirut yang tentram dan damai. Cerita dimulai ketika Kahlil berusia 18 tahun dan berakhir ketika dia berusia 23 tahun. Kahlil pergi ke Lebanon untuk jalan-jalan dan memenuhi permintaan orang tuanya untuk menemui Farris Effandi Karamy, sahabat ayahnya. Farris adalah pria yang sudah berusia cukup tua, sangat lembut dan baik. Dia telah kehilangan istrinya ketika Selma sedang beranjak remaja. Dia mengundang Kahlil ke rumahnya . Suatu hari saat malam, Kahlil pergi ke sana dan bertemu seorang gadis cantik Selma yang adalah putri Farris.
Selma adalah seorang yang lembut dan baik seperti ayahnya . Uskup Bulos Galib adalah orang kuat dalam masyarakat lokal yang menginginkan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Walaupun dia adalah seorang Uskup tapi dia sangat licik dan banyak melakukan perbuatan yang salah. Dia memiliki keponakan yang bernama Mansour Bey Galib yang tinggal bersamanya dan mengikuti jejaknya. Faktanya, Mansour adalah salah satu langkah yang digunakan oleh pamannya untuk melakukan keburukan. Dia menikmati anggur, gadis-gadis dan semua perbuatan jahatnya terhadap masyarakat. Sedangkan Kahlil telah terjebak dengan keindahan dan ketenangan Selma, dan itu adalah " cinta pada pandangan pertama".
Suatu malam ketika Kahlil duduk di rumah Farris, Uskup datang untuk membawa Farris dengan tujuan ingin berbicara dengannya karena ada masalah penting. Farris berkata kepada Kahlil untuk mengurus Selma sampai dia kembali. Kahlil melihat tanda kesedihan pada wajah Farris dan Selma yang mendadak pucat semenjak kedatangan Uskup. Kemudian setelah Farris pergi bersama Uskup, Kahlil dan Selma duduk di taman dan tidak banyak bicara. Tapi Kahlil mengerti bahwa mereka berdua didorong oleh Uskup ke beberapa keinginan yang sungguh menyakitkan. Ketika Farris datang kembali , dia mengatakan kepada Kahlil bahwa Uskup ingin Selma menikah dengan Mansour yang semua orang tahu dia memiliki karakter yang buruk. Pernikahan terjadi, meski tidak satupun dari mereka yang senang akan hal itu. Pada suatu ketika setelah pernikahan Selma, Kahlil mengusulkan Selma untuk melarikan diri dengannya untuk menyingkirkan siksaan dari Mansour dan Uskup. Tapi dia menolak dan berkata - "Seekor burung dengan sayap yang rusak tidak bisa terbang terlalu jauh".
Dalam novel ini, sangat banyak digambarkan tentang kegelisahan-kegelisahan dari Kahlil, Selma, dan Farris Effandy. Mereka menanggung siksa dan ketakutan akan jalan hidupnya ke depan. Hingga akhirnya Farris meninggal dan tak lama pula Selma juga meninggal, sehingga menyebabkan kesedihan yang mendalam dalam hati Kahlil karena tidak bisa dengan baik menjaga Selma.
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan,mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepal tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan. Kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkait juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan. Kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkait juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
1. Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
2. Kecemasan Neoritis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
3. Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain : iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah,cinta, rasa kurang. Rasa iri, benci, dendam, itu merupakan sebagaian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep kurang sehat. Sifat-sifat seperti ini adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Hal tersebut akan menimbulkan kecemasan moril.
B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila kita kaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan kita atasi. Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyanyang dan Maha Pengampun.
D. KETERASINGAN
C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan kita atasi. Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyanyang dan Maha Pengampun.
D. KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
E. KESEPIAN
E. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
F. KETIDAK PASTIAN
F. KETIDAK PASTIAN
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikiran kacau.
G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAK PASTIAN
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan-rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan-rangsangan baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAK PASTIAN
G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAK PASTIAN
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan-rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan-rangsangan baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAK PASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Contoh pada Novel Sayap-sayap Patah karya Kahlil Gibran :

http://pengetahuan-aja.blogspot.com/2013/02/duka-yang-bisu-oleh-kahlil-gibran.html
Novel ini dapat disebut sebagai autobiografi tentang cinta pertama dan terakhir dari Kahlil Gibran, orang besar yang bertemu dengan seorang gadis bernama Selma Keremy di Beirut, Lebanon . Ini adalah cinta pada pandangan pertama . Selma adalah seorang gadis muda yang cantik dari Beirut yang tentram dan damai. Cerita dimulai ketika Kahlil berusia 18 tahun dan berakhir ketika dia berusia 23 tahun. Kahlil pergi ke Lebanon untuk jalan-jalan dan memenuhi permintaan orang tuanya untuk menemui Farris Effandi Karamy, sahabat ayahnya. Farris adalah pria yang sudah berusia cukup tua, sangat lembut dan baik. Dia telah kehilangan istrinya ketika Selma sedang beranjak remaja. Dia mengundang Kahlil ke rumahnya . Suatu hari saat malam, Kahlil pergi ke sana dan bertemu seorang gadis cantik Selma yang adalah putri Farris.
Selma adalah seorang yang lembut dan baik seperti ayahnya . Uskup Bulos Galib adalah orang kuat dalam masyarakat lokal yang menginginkan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Walaupun dia adalah seorang Uskup tapi dia sangat licik dan banyak melakukan perbuatan yang salah. Dia memiliki keponakan yang bernama Mansour Bey Galib yang tinggal bersamanya dan mengikuti jejaknya. Faktanya, Mansour adalah salah satu langkah yang digunakan oleh pamannya untuk melakukan keburukan. Dia menikmati anggur, gadis-gadis dan semua perbuatan jahatnya terhadap masyarakat. Sedangkan Kahlil telah terjebak dengan keindahan dan ketenangan Selma, dan itu adalah " cinta pada pandangan pertama".
Suatu malam ketika Kahlil duduk di rumah Farris, Uskup datang untuk membawa Farris dengan tujuan ingin berbicara dengannya karena ada masalah penting. Farris berkata kepada Kahlil untuk mengurus Selma sampai dia kembali. Kahlil melihat tanda kesedihan pada wajah Farris dan Selma yang mendadak pucat semenjak kedatangan Uskup. Kemudian setelah Farris pergi bersama Uskup, Kahlil dan Selma duduk di taman dan tidak banyak bicara. Tapi Kahlil mengerti bahwa mereka berdua didorong oleh Uskup ke beberapa keinginan yang sungguh menyakitkan. Ketika Farris datang kembali , dia mengatakan kepada Kahlil bahwa Uskup ingin Selma menikah dengan Mansour yang semua orang tahu dia memiliki karakter yang buruk. Pernikahan terjadi, meski tidak satupun dari mereka yang senang akan hal itu. Pada suatu ketika setelah pernikahan Selma, Kahlil mengusulkan Selma untuk melarikan diri dengannya untuk menyingkirkan siksaan dari Mansour dan Uskup. Tapi dia menolak dan berkata - "Seekor burung dengan sayap yang rusak tidak bisa terbang terlalu jauh".
Dalam novel ini, sangat banyak digambarkan tentang kegelisahan-kegelisahan dari Kahlil, Selma, dan Farris Effandy. Mereka menanggung siksa dan ketakutan akan jalan hidupnya ke depan. Hingga akhirnya Farris meninggal dan tak lama pula Selma juga meninggal, sehingga menyebabkan kesedihan yang mendalam dalam hati Kahlil karena tidak bisa dengan baik menjaga Selma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar